Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki ambisi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%. Namun, menurut pelaku pasar, hal tersebut bisa terjadi bila memenuhi beberapa syarat.
Direktur Utama PT MMI, Aliyahdin Saugi, menyatakan bahwa pertumbuhan 8% dapat tercapai jika pemerintah fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan melanjutkan hilirisasi industri.
“Karena di Indonesia terbaiknya 6,5%. Untuk mencapai 8% ini harus banyak yang dilakukan. Jika masa sebelumnya fokus di infrastruktur, di pemerintahan yang sekarang harus fokus di SDM dan industrialisasi harus dilanjutkan,” kata Saugi dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2024, Rabi (25/9/2024).
Dia mencontohkan program makan bergizi gratis bisa berguna untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat dan kualitas SDM. Hilirisasi pun menurutnya membantu industri dan ekspor cukup stabil.
“Ekspor membantu neraca perdagangan terutama dengan hilirisasi. Lalu jangan setop hilirisasi,” kata dia.
“Untuk mencapai 8% kita bisa lanjut dengan kencang jika GDP per kapita kita bisa tembus 10.000 USD. Jadi ketiga hal tersebut harus dilakukan,” tambahnya.
Selain itu, program pemerintahan baru juga bisa menentukan derasnya capital inflow ke tanah air, terutama setelah masa ketidakpastian berakhir. Keputusan penempatan jajaran kabinet dan menteri juga akan menjadi titik terang bagi investor.
“Lalu Oktober diharapkan sudah masuk (capital inflow). Kita ekspektasi sampai akhir tahun harusnya sudah ada (yang masuk) dan akan berlangsung sampai 2025,” ujar Saugi.