Pakar: Banjir Sumatera Bukan Bencana Nasional, tapi Penanganannya Bertaraf Nasional

Pakar: Banjir Sumatera Bukan Bencana Nasional, tapi Penanganannya Bertaraf Nasional

Pakar: Banjir Sumatera Bukan Bencana Nasional, tapi Penanganannya Bertaraf Nasional (Dok BPBD Padangsidimpuan)

Pengamat politik Iwan Setiawan menilai penanganan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perubahan besar dalam cara negara mengelola risiko bencana. 

1. Penanganan Banjir

Meski status bencana ditetapkan pada level provinsi, ia menyebut pola penanganannya sudah bergerak dalam skala nasional—baik dari sisi koordinasi, mobilisasi sumber daya, maupun percepatan respons lintas sektor.

“Yang kita lihat di Sumatera adalah bagaimana seluruh elemen negara bergerak dalam ritme yang sama. Mobilisasi Hercules dan A400M, kerja paralel BNPB, TNI–Polri, Kementerian Sosial, Kementerian PMK, hingga pemerintah daerah—semuanya menunjukkan manajemen risiko kita telah masuk fase baru yang lebih adaptif dan terintegrasi,” ujar Iwan, Sabtu (29/11).

Menurut Iwan, respons cepat yang terlihat di lapangan tidak terlepas dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Arahan tersebut, katanya, mendorong setiap instansi untuk mengambil peran secara mandiri tanpa menunggu komando lanjutan.

Iwan menjelaskan, meski bencana tidak dinaikkan menjadi bencana nasional, cara pemerintah menanganinya mencerminkan orkestrasi setingkat nasional. Kerja pusat dan daerah berjalan simultan—mulai dari evakuasi, pendirian posko, pemulihan akses wilayah terisolasi, hingga pengiriman logistik berskala besar.

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pimpin wisuda prajurit taruna (Foto: Dok/Riyan Rizki)

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin prosesi wisuda bagi prajurit taruna Akademi TNI dan Bhayangkara taruna Akademi Kepolisian di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025).

Dalam amanatnya, Sigit kembali menegaskan kolaborasi TNI–Polri merupakan faktor fundamental untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Saya perpesan agar terus memperhatikan sinergisitas dan solidaritas TNI-Polri dalam setiap perjalanan. Sehingga mampu melewati berbagai tantangan bangsa demi mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sigit.

Pada wisuda tahun ini, 1.621 taruna dinyatakan lulus pendidikan dasar integratif, terdiri dari 713 taruna Akmil, 350 AAL, 210 AAU, dan 348 Bhayangkara taruna Akpol.

Sigit menuturkan TNI dan Polri memegang peran sentral dalam mengawal agenda pembangunan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, sebagaimana yang tercantum dalam Asta Cita.

“Keberhasilan seluruh kebijakan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa termasuk TNI-Polri sebagai garda terdepan yang saling melengkapi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa melalui tugas pokoknya masing-masing,” ujarnya.

Mensesneg: Rehabilitasi Eks Dirut ASDP Sudah Dikaji Para Pakar

Mensesneg: Rehabilitasi Eks Dirut ASDP Sudah Dikaji Para Pakar

Mensesneg Prasetyo Hadi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa surat permohonan rehabilitasi untuk mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, telah melalui proses pengkajian mendalam dari para pakar sebelum disetujui Presiden.

Prasetyo menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum menerima banyak aspirasi terkait berbagai kasus, termasuk kasus yang menjerat Ira Puspadewi dan dua mantan direksi ASDP lainnya.

“Dalam prosesnya dilakukan pengkajian, dilakukan telaah dari berbagai sisi termasuk melibatkan pakar hukum. Itu kemudian ditindaklanjuti atas surat usulan permohonan dari DPR, yang dalam satu minggu ini dikaji oleh Menteri Hukum,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, proses pengkajian penting dilakukan agar Kementerian Hukum dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada Presiden sebelum menggunakan hak prerogatifnya.

Sepak Terjang Relawan Kemanusiaan RI di Gaza Jadi Kajian Ilmiah

Sepak Terjang Relawan Kemanusiaan RI di Gaza Jadi Kajian Ilmiah

Sepak terjang relawan kemanusiaan RI di Gaza jadi kajian ilmiah (Foto: Ist)

Sepak terjang baik itu dari pengalaman dan kerja para relawan Indonesia di Gaza yang tergabung dalam Tim Emergency Medidcal Team (EMT) Bulan Sabit Merah Indonesia diangkat menjadi kajian ilmiah melalui The 1st International Conference on Humanity and Global Solidarity (ICONHUM 2025). 

Menurut Ketua Umum BSMI, M. Djazuli Ambari, banyak pengalaman dan praktik klinis para relawan medis Indonesia di Gaza yang bernilai ilmiah tinggi. Namun, selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. 

Ia pun melihat ICONHUM 2025 menjadi ruang penting untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi kontribusi akademik yang bisa memperkaya literatur medis dan kemanusiaan internasional.

“Setiap tindakan medis yang dilakukan di Gaza—baik operasi darurat, penanganan trauma, penyembuhan luka kompleks, sampai misi evakuasi—adalah ilmu. Ilmu yang lahir dari penderitaan, keberanian, dan dedikasi. Sudah saatnya pengalaman itu masuk ke jurnal, konferensi, dan kajian akademik sebagai bagian dari kontribusi Indonesia untuk dunia,” kata Djazuli lewat siaran persnya, Senin (24/11/2025).

Para dokter, perawat, dan tenaga medis yang pernah bertugas di Gaza mempresentasikan temuan klinis, metode penanganan trauma perang, penggunaan teknik lanjutan seperti advanced wound healing, hingga tantangan etis dalam menjalankan misi kemanusiaan di zona genosida. Selain itu, ada juga Workshop Advance Technique Wound Healing yang menghadirkan Basuki Supartono bersama tenaga medis yang baru kembali dari Gaza. 

Workshop tersebut memberikan SKP Kemenkes, menegaskan kerja kemanusiaan di lapangan tidak hanya mempunyai nilai moral, tetapi juga kontribusi profesional yang dapat diakui secara ilmiah dan institusional. Para peserta workshop mendapatkan pembelajaran langsung tentang teknik penanganan luka akibat bom, amputasi darurat, perawatan pasien dengan keterbatasan alat, serta strategi field hospital management dalam situasi blokade.

Trump Tekan Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Diberi Deadline 27 November!

Trump Tekan Ukraina Akhiri Perang dengan Rusia, Diberi Deadline 27 November!

Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Ukraina agar menerima rencana yang diusulkan pemerintahannya untuk mengakhiri perang dengan Rusia melalui penyerahan wilayah. Trump bahkan mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky “harus menyukainya.”

“Dia harus menyukainya, dan jika dia tidak menyukainya, maka, Anda tahu, mereka harus terus berperang saja,” ujar Trump ketika ditanya mengenai tanggapan yang kurang antusias dari Zelensky terhadap rencana damai tersebut, melansir newarab, Sabtu (22/11/2025).

“Pada titik tertentu, dia harus menerima sesuatu,” tambah Trump saat pertemuan di Oval Office dengan Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani.

Pada hari yang sama, Presiden Zelensky menyatakan penolakan terhadap rencana AS. Zelensky menegaskan tidak akan “mengkhianati” negaranya demi dokumen 28 poin tersebut, yang di Kyiv dianggap sangat menguntungkan bagi Kremlin.

Trump pun dilaporkan mulai frustrasi karena belum berhasil mengakhiri perang yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Ia kini berupaya melakukan percepatan.

Gempa M5,4 di Halmahera Barat Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku

Gempa M5,4 di Halmahera Barat Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku

Ggempa mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara/Foto: BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Kamis 20 November 2025 pukul 11.19.56 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,60° LU ; 127,12° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 59 km arah Barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 113 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Maluku (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Maluku (intra-slab) yang tersubduksi ke bawah Pulau Halmahera.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust),” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya.

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Naha, Halmahera Barat, Bitung dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu) dan Ternate dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 11.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Tolak Resolusi DK PBB Terkait Gaza, Hamas: Tak Penuhi Hak Rakyat Palestina

Tolak Resolusi DK PBB Terkait Gaza, Hamas: Tak Penuhi Hak Rakyat Palestina

Ilustrasi.

 Para pemimpin Hamas di Gaza mengatakan mereka menolak resolusi PBB yang dikeluarkan pada Senin (17/11/2025), yang menyerukan pengerahan pasukan internasional ke wilayah tersebut. Hamas menilai resolusi itu gagal menghormati “tuntutan dan hak” rakyat Palestina.

“Resolusi ini tidak memenuhi tuntutan dan hak politik serta kemanusiaan rakyat Palestina,” ujar Hamas dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC.

Pernyataan itu juga mengecam pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang “misinya mencakup pelucutan senjata” kelompok-kelompok Palestina di Gaza.

“Menugaskan pasukan internasional dengan tugas dan peran di Jalur Gaza, termasuk melucuti perlawanan, mencabut netralitasnya, dan mengubahnya menjadi pihak dalam konflik yang mendukung pendudukan,” lanjut pernyataan itu

Dewan Keamanan PBB pada Senin memberikan suara untuk mendukung resolusi rancangan Amerika Serikat (AS) yang memperkuat rencana perdamaian Gaza Presiden Donald Trump. Rencana itu mencakup pengerahan pasukan internasional dan jalan menuju negara Palestina di masa depan.

hipmibelu.org

Menyusuri Jejak Nabi Muhammad SAW di Puncak Makkah

Menyusuri Jejak Nabi Muhammad SAW di Puncak Makkah

International Museum of Prophets Biography

Di balik gemerlap menara jam (Clock Tower) Abraj Al-Bait yang menjulang megah di samping Masjidil Haram, Makkah, tersimpan sebuah ruang hening yang memikat jiwa: Museum Nabi Muhammad SAW (International Museum of Prophet’s Biography).

Dari luar, menara raksasa itu mungkin terlihat seperti simbol modernitas kota suci. Namun di dalamnya, tersimpan perjalanan lintas waktu yang membuat siapa pun serasa berjalan di antara halaman sirah, menelusuri kehidupan manusia paling mulia dengan jarak yang begitu dekat.

iNews Media Group berkesempatan menyusuri jejak-jejak Nabi Muhammad yang divisualisasikan dalam empat dimensi di museum tersebut. Hawa sejuk langsung menyelimuti saat berada tepat di depan museum, seolah menenangkan diri.

Di depan museum, cahaya temaram menyorot kaligrafi emas bertuliskan “Muhammad Rasulullah”. Perjalanan ini bukan sekadar wisata religi, tetapi momen spiritual batin yang pelan-pelan membasuh kesadaran.

Museum dimulai dengan lorong interaktif yang menggambarkan awal penciptaan alam. Cahaya biru gelap menari di dinding, memvisualkan galaksi dan planet, membawa pengunjung menyadari bahwa kisah Nabi bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari skenario besar Sang Pencipta.

Timnas Indonesia Merana, Curacao dan Suriname Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia 2026!

Timnas Indonesia Merana, Curacao dan Suriname Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia 2026!

Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. (Foto: PSSI)

KUALIFIKASI Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF makin seru, hal itu dapat dilihat dari performa impresif Tim Nasional (Timnas) Curacao dan Suriname yang kini berada di ambang sejarah. Kemenangan besar yang mereka raih pada Jumat WIB (14/11/2025) dini hari WIB mengubah peta persaingan, bahkan salah satu tim ini menunjukkan peningkatan drastis setelah sempat ditangani oleh sosok yang pernah melatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Curacao mencatatkan kemenangan telak 7-0 atas Bermuda, hasil yang membawa mereka melesat ke puncak Grup B. Di pertandingan lain, Jamaika justru tertahan imbang 1-1 oleh Trinidad dan Tobago.

Dengan satu laga tersisa, Curacao kini hanya membutuhkan hasil imbang melawan Jamaika pada laga penentuan untuk memastikan tiket langsung ke Piala Dunia 2026. Laga penentuan tersebut akan berlangsung pada Rabu 19 November 2025.

Di Grup A, Suriname juga menjaga asa lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah menang meyakinkan 4-0 atas El Salvador. Kemenangan tersebut mengukuhkan posisi Suriname di puncak klasemen dengan catatan dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

1. Timnas Curacao Pernah Dilatih Patrick Kluivert

Jalan Curacao menuju ambang sejarah ini sungguh menarik, terutama jika melihat performa mereka di masa lalu. Timnas Curacao pernah ditangani oleh Patrick Kluivert dalam dua periode (2015-2016 dan 2021). Meski kehadiran Kluivert menarik sejumlah pemain berdarah Belanda seperti Leandro Bacuna dan Vurnon Anita, prestasi Curacao di bawah asuhannya kurang berkesan, dengan rasio kemenangan yang rendah di kedua periode tersebut.

Tutut Tanggapi Penolakan Soeharto Pahlawan Nasional: Boleh Kontra, tapi Jangan Ekstrem

Tutut Tanggapi Penolakan Soeharto Pahlawan Nasional: Boleh Kontra, tapi Jangan Ekstrem

Putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut

Putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, mengaku tidak mempermasalahkan adanya pihak yang menolak keputusan pemerintah menetapkan almarhum ayahnya sebagai Pahlawan Nasional. Perbedaan pendapat merupakan hal wajar selama masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Boleh-boleh saja kontra, tapi juga jangan ekstrem begitu. Yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan,” kata Tutut usai Presiden Prabowo Subianto menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dia menilai pro dan kontra di tengah masyarakat adalah hal lumrah mengingat Indonesia memiliki keragaman pandangan.

“Pro kontra kan masyarakat Indonesia itu kan bermacam-macam, ya. Ada yang pro dan ada yang kontra, itu wajar-wajar saja,” tambahnya.

Tutut juga mengajak masyarakat untuk menilai perjuangan Soeharto dari perjalanan hidupnya, mulai sejak muda, saat menjabat presiden, hingga akhir hayatnya. Ia mengatakan, sang ayah telah berjuang demi kepentingan negara dan rakyat Indonesia.